Selasa, 14 Mei 2013

Do’a Jumat Pagi Untuk Kita Semua




 Jumat  12 april 2013
Pagi yang indah itu di halaman SDN 1 Taliwang, semua sibuk mengatur perlengkapan untuk kultum Jumat pagi, suasana yang ceria terpancar dari raut siswa siswi yang sedang duduk manis untuk menunggu acara dimulai.
Seperti biasa kegiatan jumat pagi ditugaskan kepada masing masing kelas secara bergiliran diberi tanggung jawab tentang pelaksanaan kegiatan tersebut. Kali ini yang bertugas adalah kelas VI.B.
Bandar siswa kelas VI.B ini memimpin Yasinan dengan mantab dan khusu’. Semua siswa, Bapak dan Ibu Gurupun mengikuti bacaan yasin dengan suara khusuq dan lembut mengalun menggetarkan setiap nurasi yang mendengarnya, berbaur pula dengan lembutnya sinar mentari pagi melengkapi kesempurnaan suasana pagi itu di Halaman SDN 1 Taliwang.
kultum yang disampaikan oleh Bapak Iskandar S.Pd.i yang intinya mengupas bahwa setiap usaha atau bahkan musibah ada hikmah, bahkan menajdi ujian iman bagi setiap muslim. “…. Segala bencana/ musibah yang terjadi sebenarnya sudah direncanakan Allah, jadi kita ini bersabar/tidak, kalau bersabar, kita beruntung. Kalau putus asa, itu artinya bahwa kita masih lemah”, jelas beliau.
Di ujung sambutan bapak Mukhsen, S.Pd memberi tips sukses menghadapi masalah: Bersabar, Sungguh-sungguh, manfaat. Bersabar itu adalah teori dari Allah, Sungguh-sungguh artinya Berpijak dari musibah, kita berkarya lagi dengan sungguh-sungguh, Manfaat : pastikan kegiatan itu ada manfaat, bukan malah main samapi puas..lanjut beliau dengan berharap. Terkait US  dan UN  2013, beliau juga berharap bahwa SDN 1 Taliwang dapat meraih nilai yang terbaik dan memberikan ketenangan di hati.
 





Taliwang, 17 April 2013

Ibu kita Kartini, Putri sejati
Putri Indonesia, harum namanya
Ibu kita Kartini, pendekar bangsa
Pendekar kaumnya, harum namanya
Wahai Ibu kita Kartini putri yang mulia
Sungguh besar cita-citanya bagi Indonesia

Itulah sebait lagu sebagai ungkapan kekaguman kepada R.A.Kartini.
Syair lagu tadi telah dinyanyikan oleh siswa siswi SDN 1 Taliwang pada acara  Lomba Paduan Suara dan membaca riwayat singkat R.A Kartini tingkat sekolah dasar yang dilaksankan DWP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab.Sumbawa Barat dalam menyambut Hari Kartini di TK Pembina.
Lagu itu dinyayikan oleh dua puluh orang siswa perempuan yang terpilih. Dengan memakai baju batik sekolah dengan make up-nya, para siswa perempuan terlihat cantik dan anggun. Di wajah mereka (para siswa) terpancar semangat Kartini, seperti photonya yang ada di buku sejarah atau di poster-poster.
Setelah menyanyikan lagu “Ibu Kartini”, para siswa kemudian menyanyikan lagu  “Mars KSB”. Dengan gerakan standar-goyang ke kanan dan ke kiri-mereka melenggak-lenggokkan kepalanya seiring dengan badannya. Gemuruh para penonton mendukung nyanyian mereka dengan tepuk tangan dan suara riuh dukungan kepada paduan suara SDN 1 Taliwang yang dibina oleh Ibu Faridah, S.Pd dan Pak Khaeruddin,S.Pd.
Dalam lomba kali ini Paduan Suara SDN 1 Taliwang meraih juara 1 dari 20 peserta yang mengikuti lomba menyanyi tersebut, semoga lomba ini menjadi semangat untuk anak anak meraih prestasi.






























Lomba Membaca riwayat
R.A.KARTINI
Taliwang, 17 April 2013
Selain lomba paduan suara telah ikut ambil bagian dalam lomba pembacaan riwayat singkat R.A.Kartini. kali ini SDN 1 Taliwang telah menaruh harapan penuh  pada Sarah untuk dapat memberikan perform maksimal pada lomba kali ini. Perasaan was was menghampiri Bapak dan Ibu Guru kala nama Sara dipanggil untuk membacakan riwayat singkat R.A.Kartini, semua mata tertuju pada Sara saat membacakan riwayat singkat tersebut, suara yang tegas dan irama yang teratur tedengar di aula TK Pembina. Lomba ini diadakan oleh DWP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab.Sumbawa Barat dalam menyambut Hari Kartini di TK Pembina.
Tujuan diadakannya lomba adalah untuk mencari bibit-bibit unggul di Kab.Sumbawa Barat yang memiliki kemampuan berbaha Indonesia sekaligus memberikan wadah atau forum untuk mengukur kemampuan masing-masing anak  dalam berbahasa Indonesia yang baik. Selain itu juga sebagai bentuk penghargaan terhadap perjuangan RA. Kartini dengan emansipasinya.
Acara ini berlangsung lancar dan khidmat 

Nampak keseriusan para Guru pendamping di lomba membaca riwayat R.A.Kartini
 

















LOMBA MENYANYI
KELOMPOK II
SDN 1 TALIWANG
Taliwang, 17 April 2013
Tidak puas dengan hanya menampilkan satu kelompok, SDN 1 Taliwang juga menjagokan kelompok kedua. Lagu “Ibu Kartini” menjadi pembuka dari kelompok II SDN 1 Taliwang ini, semangat yang menggelora menjadi motivasi terbesar mereka agar bisa tampil didepan juri dan orang tua mereka.  para siswa kemudian menyanyikan lagu  “Himne  KSB”.  
Dengan  gerakan standar-goyang ke kanan dan ke kiri-mereka melenggak-lenggokkan kepalanya seiring dengan badannya. Gemuruh para penonton mendukung nyanyian mereka dengan tepuk tangan dan suara riuh dukungan kepada paduan suara SDN 1 Taliwang  yang dibina oleh Ibu Faridah, S.Pd  dan  Pak Abdul Azis,S.Pd.
Dengan semangat yang luar biasa kelompok II ini dapat menyelesaikan tugas mereka dengan baik, walaupun hari sudah sore saat mereka tampil, itu tidak membuat surut semangat mereka.
SUASANA KULTUM
12 APRIL 2013
Guru sdn 1 taliwang

alhamdulillah wasyukurilah  besyukur padamu ya allah  kau jadikan kami saudara indah dalam kebersamaan

 


















































Taliwang, 28 Maret 2013
Sesuai dengan jadwal dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa Barat, SDN 1 Taliwang  memulai ujian sekolah  hari senin, 25 Maret 2013 sampai dengan sabtu, 23 Maret 2013 melaksanakan Ujian Sekolah untuk siswa kelas VI angkatan tahun 2012/2013.
Tahun ini, Ujian sekolah diikuti oleh 82 siswa kelas VI dari angkatan tahun 2012/2013. Ujian berjalan lancar tanpa ada hambatan yang berarti. Setelah ujian, tahapan selanjutnya adalah koreksii bersama yang akan dilaksanakan di SDN 1 Taliwang pada hari Senin, 25 Maret 2013. Hasil dari ujian sekolah digabung dengan nilai rapor kelas 4 semester 1 s.d. kelas 5 akan menentukan 40% nilai kelulusan siswa.

Jadwal Ujian Sekolah SD Negeri 1 Taliwang Tahun Pelajaran 2012/2013
No
Hari dan Tanggal
Waktu
Mata Pelajaran
Ket
1
Senin, 15 April 2013
07.30-09.30
10.00-12.00
P.Agama Islam
Bahasa Indonesia

2
Selasa, 16 April 2013
07.30-09.30
10.00-12.00
Matematika
PKN

3
Rabu, 17 April 2013
07.30-09.30
10.00-12.00
IPA
SBK

4
Kamis, 18 April 2013
07.30-09.30
10.00-12.00
IPS
Muatan Lokal

5
Jumat, 19 April 2013
07.30-08.30
Penjaskes

   
   
UJIAN PRAKTEK
SDN 1 TALIWANG

Taliwang, 22 April 2013
Senin 22 sampai 28  April 2013, hingga satu minggu ke depan, siswa-siswi kelas 6 SDN 1 Taliwang  akan mengikuti Ujian Praktek. Ini setelah pada tanggal 15 - 19 April  2013, mereka mengikuti Ujian Sekolah
Pelaksanaan Ujian Praktek dipimpin dan dinilai oleh masing-masing guru yang telah diberi tanggung jawab sebagai tam penguji  mata pelajaran ujian praktek tersebut. Adapun mata pelajaran yang diujikan dalam UJian Praktek kali ini meliputi:
no
Mata Pelajaran
Materi uji
Penanggung Jawab
1
Bahasa Indonesia

Pidato, mengdikte dan mengisi formulir.
Jawariah, S.Pd.SD
Hadiatullah, S.Pd
2
Pendidikan Agama Islam

Cara berwudhu, Sholat lima waktu,dan mengaji
Muhammad, S.Pd.I
Iskandar, S.Pd.I
3
IPA
Rangkaian seri dan rangkaian paralel
Jamaluddin,S.Pd
Abdul Azis, S.Pd
Holidah, S.Pd
Dadang Linggarjati,S.Pd
4
MULOK
Memasak masakan Khas daerah
Faridah, S.Pd
Sahoda, S.Pd
Maisun,S.Pd.SD
Hj.Nuriah, S.Pd.SD
5
Seni Budaya dan Keterampilan
Menyanyi lagu nasional dan daerah
Megawati,S.Pd
Abdul Azis,S.Pd
Maisun,S.Pd.SD
Hj.Nuriah, S.Pd.SD
6
Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan
Lari sprint, lempar tangkap bola dan Senam SKJ
Khaerddin,S.Pd
Mahmudin, S.Pd
Selepas mengikuti Ujian Praktek, bukan berarti siswa kelas lantar bisa beristirahat. Menurut Bapak Kepala Sekolah Mukhsen,S.Pd, Senin depan,  tepatnya tanggal 8 hingga 11 Mei 2013, siswa-siswi kelas 6 harus kembali mengikuti Ujian Nasional. UN yang mana mengujikan mata pelajaran berbasis umum yang meliputi  Bahasa Indonesia, Matematika  dan  IPA.
Selamat berujian praktek, anak-anakku!

   
  
  

 








Taliwang, 27 april 2013
Sabtu pagi ibu Holidah, S.Pd dan Ibu Hadiatullah, S.Pd telah mempersiapkan 10  murid yang mengikuti babak semifinal Olimpiade sains Kuark dari berbagai level, level satu diwakili oleh Eliza Salsabila, Kurnia Dwi, M.Dozan, dan Azza Azriel. Level 2 diikuti oleh Sahin Two L, Nurhaliza, dan  level 3 diikuti oleh  Regina F, Shafa Aldiena, Olivia Azzahra dan Azra Furqony. Tempat  pelaksanaanya di SDN 9 Taliwang.
Mereka sangat gembira mengikuti OSK tahun ini, seperti tahun kemarin SDN 1 Taliwang diwakili oleh Syafa Aldiena Meraldine yang berhasil masuk final di Jakarta. Tahun ini kami juga berharap akan mendapatkan kesempatan yang sama untuk masuk ke babak final di Jakarta. 
 Tujuan Olimpiade  ini bukan semata-mata menang dan kalah serta hadiah yang didapat, Tetapi lebih memberikan pengalaman yang berharga bagi anak-anak untuk mengikuti kompetisi berskala nasional dan tentunya mengasah kemampuan serta kreativitas anak di bidang sains.



Profil Para Ibu Kartini


Ibu Megawati,S.Pd
Ttl : taliwang, 19 September 1964
Alamat: Jln Balong Niat 3 Kel.Kuang
Ucapan untuk Hari Kartini : Selamat Hari Kartini 2013. Majulah perempuan di Indonesia. Harumkan tanah air. Jangan menjadi orang yang melemah dan diam melihat diskriminasi.


Ibu Hj.Nuriah,S.Pd.SD
Ttl : taliwang, 7 Januari 1969
Alamat  RT 03 RW 06 Lingkungan Semoan  Kel.Kuang
Ucapan untuk Hari Kartini :
Mati satu tumbuh seribu. Kartini mungkin sudah tiada, namun semangat juangnya tidak boleh padam begitu saja. Maju terus para Kartini muda. Selamat hari Kartini.


Ibu Maisun,S.Pd.SD
Ttl : taliwang, 26 Agustus 1972
Alamat  RT 04 RW 06 Lingkungan Semoan  Kel.Kuang
Ucapan untuk Hari Kartini :
Happy Kartini Days. Stay cool and be a wonderful woman in my life as always.



Ibu ratnawati,S.Pd
Ttl : taliwang, 31 Desember 1963
Alamat  RT 05 RW 05 Lingkungan Bosok Kel.Menala
Ucapan untuk Hari Kartini : Selamat hari Kartini untuk seluruh perempuan di Indonesia. Jadilah dian yang tak pernah padam, selalu bersinar dengan kecerdasan yang kamu miliki.. Selamat Hari Kartini.

 




















DIKLAT CALON KEPALA SEKOLAH
IN SERVICE LEARNING 2
29 OKTOBER-1 NOVEMBER 2012
GRAND TERATAI HOTEL NARMADA
LOMBOK BARAT
 















SELAMAT DAN SUKSES PARA PESERTA DIKLAT CALON KEPALA SEKOLAH, SEMOGA DAPAT MENJADI KEPALA SEKOLAH YANG SIDIQ, AMANAH, FATHANAH DAN TABLIQ



 


“ KUALITAS GURU MENJADI HAL UTAMA DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM “
Berkaitan dengan pengembangan kurikulum 2013, Ayu menuturkan bahwasanya  pendidikan di Indonesia masih kurang merata, karena masih ada beberapa daerah terpencil yang belum mempunyai fasilitas belajar mengajar memadai. salah satu yang dapat diharapkan untuk mengembangkan pendidkan adalah peran guru. “Produktif dan menghasilkan karya merupakan kewajiban seorang guru yang utama sebagai pendidik dan cara untuk mencerdaskan bangsa,”ujarnya.
            Maraknya kurikulum 2013 membawa banyak opini dari masing-masing pihak pendidikan, mulai dosen, guru, dan pelajar. Namun apapun kurikulum yang ditetapkan, seharusnya guru yang berkualitas dapat mengatasi berbagai kendala pendidikan. Hal ini disinggung oleh Nurfitri Hidayanti Mahasiswa dari Universitas Sunan Kalijaga Yogyakarta itu bahwa kurikulum 2013 bukanlah suatu yang berpengaruh untuk kreatifitas guru. eksistensi guru terus berjalan karena salah satu keberhasilan pendidikan dapat dilaksanakan melalui profesionalisme guru yang berkualitas. “diharapkan pula dengan bentuk kurikulum baru guru dapat mengimbanginya dengan lebih inovatif,” ujar Dini.
            Menurut Arif, Mahasiswa jurusan Bahasa, Sastra Indonesia dan daerah mengutarakan tentang berbagai macam tanggapan masyarakat terhadap guru sekarang ini. tergantung dari setiap Guru tersebut dalam menjalankan tugasnya untuk mendidik anak-anak yang telah dipercayakan para orang tua kepada Guru. “Tidak dipungkiri bahwa masih ada saja guru yang mendidik tidak semestinya, dengan adanya pendidikan karakter yang menyisipkan pelajaran tentang nilai moral, diharapkan dapat mengatasi masalah sosial, sehingga memperbaharui pendidikan,” tuturnya.
            Guru menjadi fasilitas bagi siswa, menurut Nurfitri Hidayanti Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan itu memaparkan bahwa telah banyak usaha yang dilakukan guru untuk terus meningkatkan profesioanalnya dan kualitasnya, salah satunya dengan mengikuti pelatihan-pelatihan yang menunjang pengetahuan guru. Selain itu, Jawariah Guru SDN 01 Taliwang Sumbawa itu, menambahkan upaya guru untuk mengembangkan kompotensi guru dilakukan dengan cara mengikuti Kelompok Kerja Guru (KKG), workshop, serta melanjutkan pendidikan tingginya. “peran guru dalam pembelajaran sangat penting, sebagai perancang, pelaksana, penilai pembelajaran.
Selain itu guru juga menjadi fasilitator, moderator, motivator sehingga terwujudlah suasana belajar yang Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, dan Menyenangkan (PAIKEM), dapat menyenangkan bagi guru maupun peserta didik,” pungkasnya saat dihubungi melalui via telepon.
Penulis : Maghfiroh Fajrin AN Rahmadin
Alumni SDN 1 Taliwang

                Jawariah, Guru Matematika Sekolah Dasar SDN 01 Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat (KSB)-Nusa Tenggara Barat (NTB) mengatakan bahwa sosok guru unggul adalah sosok yang mencerdaskan murid didiknya serta berhasil menyokong anak didiknya menuju keberhasilan. Kurikulum pendidikan yang maraknya berganti tidak menjadi hambatan kita sebagai guru untuk terus menjalankan tugas yang profesional, bagi saya keberhasilan siswa adalah bagian dari prestasi dan kebanggaan seorang guru,”



 











Karena memang harus selesai di sini,
Pergilah bintang kecilku,
Panjimu telah menjadi biru,
Pergilah membawa cita,asa  dan cintaku,
Jadikan sebagai pengobar semangatmu
Pergilah kau
 Aduhai,tuan kecilku
Betapa kucinta padamu
Luruh segala keangkuhanku
Remuk redam segala sendi jiwa ragaku
Bila kutahu kau tak bahagia dalam hidupmu.
Tapi bila cita tertinggimu telah dalam genggamanmu
Sungguh kan tersungkur aku dalam sujud syukurku
Karena bahagiamu juga bahagiaku,
Entahlah bahagiaku apakah bahagiamu ???
****
  BY :     JAWARIAH ,S.Pd.SD                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                 Taliwang,12 Mei 2013

                                                                                                Kukhususi buat siswaku kelas 6
Mengabdi kepadamu adalah padang penghambaanku
Dan bercermin pada matahari ,
 Tuk ikhlas dan tulus murni,
tak pernah meminta tapi memberi,
agar warnai asri wajah bumi ini,
dan melukis pelangi di beranda hati
Mengabdi kepadamu adalah padang penghambaanku
Lalu kuraih jiwa beningmu,
Kugenggam asamu
Kutatap hangat mata bintangmu
Kusentuh polos nuranimu
Kujadikan asa bagi tiap ayunan langkahku
Menjadilah kau sebagai nyanyianku,
Sebagai helaan nafas panjang dalam kepenatanku,
Sebagai senyuman dalam suka dukaku
Sebagai mutiara di untaian do’aku
Mengabdi kepadamu adalah padang penghambaanku
Tak perlu kau meminta,
Telah kupersiapkan segala cinta,
Asa dan cita ,
Aku kan membakar dalam semangatmu,
Mengokoh dalam pijakan kaki kecilmu,
Lihatlah tanganmu kekar menggenggam panjimu,
Mari….kau kubimbing mendaki langit citamu,
Mengabdi kepadamu adalah padang penghambaanku
Kini dan nanti,
Walau hari ini langit citamu di sini,
Telah usai,

PADANG PENGHAMBAAN























Profil
 Ibu Kartin
R.A.KARTINI
  Seperti yang kita ketahui Kartini adalah seorang tokoh suku Jawa dan Pahlawan Nasional Indonesia, beliau juga dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan pribumi.
       Untuk lebih jelasnya siapa ibu kita kartini? Berikut biodatanya:
Nama Lengkap : Raden Adjeng Kartini
Nama Panggilan : Raden Ayu Kartini
Tanggal Lahir : 21 April 1879
Tempat Lahir : Jepara, Jawa Tengah, Hindia Belanda
Meninggal : 17 September 1904 (umur 25) di Rembang, Jawa Tengah, Hindia Belanda
Dikenal karena : Emansipasi wanita
Agama : Islam
Pasangan : R.M.A.A. Singgih Djojo Adhiningrat
       Kartini Sebuah Biografi
                Raden Adjeng Kartini adalah seseorang dari kalangan priyayi atau kelas bangsawan Jawa, putri Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, bupati Jepara. Ia adalah putri dari istri pertama, tetapi bukan istri utama. Ibunya bernama M.A. Ngasirah, putri dari Nyai Haji Siti Aminah dan Kyai Haji Madirono, seorang guru agama di Telukawur, Jepara. Dari sisi ayahnya, silsilah Kartini dapat dilacak hingga Hamengkubuwana VI.
Ayah Kartini pada mulanya adalah seorang wedana di Mayong. Peraturan kolonial waktu itu mengharuskan seorang bupati beristerikan seorang bangsawan. Karena M.A. Ngasirah bukanlah bangsawan tinggi, maka ayahnya menikah lagi dengan Raden Adjeng Woerjan (Moerjam), keturunan langsung Raja Madura. Setelah perkawinan itu, maka ayah Kartini diangkat menjadi bupati di Jepara menggantikan kedudukan ayah kandung R.A. Woerjan, R.A.A. Tjitrowikromo.
Kartini adalah anak ke-5 dari 11 bersaudara kandung dan tiri. Dari kesemua saudara sekandung, Kartini adalah anak perempuan tertua. Kakeknya, Pangeran Ario Tjondronegoro IV, diangkat bupati dalam usia 25 tahun. Kakak Kartini, Sosrokartono, adalah seorang yang pintar dalam bidang bahasa. Sampai usia 12 tahun, Kartini diperbolehkan bersekolah di ELS (Europese Lagere School). Di sini antara lain Kartini belajar bahasa Belanda. Tetapi setelah usia 12 tahun, ia harus tinggal di rumah karena sudah bisa dipingit.

Karena Kartini bisa berbahasa Belanda, maka di rumah ia mulai belajar sendiri dan menulis surat kepada teman-teman korespondensi yang berasal dari Belanda. Salah satunya adalah Rosa Abendanon yang banyak mendukungnya. Dari buku-buku, koran, dan majalah Eropa, Kartini tertarik pada kemajuan berpikir perempuan Eropa. Timbul keinginannya untuk memajukan perempuan pribumi, karena ia melihat bahwa perempuan pribumi berada pada status sosial yang rendah.
Kartini banyak membaca surat kabar Semarang De Locomotief yang diasuh Pieter Brooshooft, ia juga menerima leestrommel (paket majalah yang diedarkan toko buku kepada langganan).
 Di antaranya terdapat majalah kebudayaan dan ilmu pengetahuan yang cukup berat, juga ada majalah wanita Belanda De Hollandsche Lelie. Kartini pun kemudian beberapa kali mengirimkan tulisannya dan dimuat di De Hollandsche Lelie. Dari surat-suratnya tampak Kartini membaca apa saja dengan penuh perhatian, sambil membuat catatan-catatan. Kadang-kadang Kartini menyebut salah satu karangan atau mengutip beberapa kalimat. Perhatiannya tidak hanya semata-mata soal emansipasi wanita, tapi juga masalah sosial umum.
Kartini melihat perjuangan wanita agar memperoleh kebebasan, otonomi dan persamaan hukum sebagai bagian dari gerakan yang lebih luas. Di antara buku yang dibaca Kartini sebelum berumur 20, terdapat judul Max Havelaar dan Surat-Surat Cinta karya Multatuli, yang pada November 1901 sudah dibacanya dua kali. Lalu De Stille Kraacht (Kekuatan Gaib) karya Louis Coperus. Kemudian karya Van Eeden yang bermutu tinggi, karya Augusta de Witt yang sedang-sedang saja, roman-feminis karya Nyonya Goekoop de-Jong Van Beek dan sebuah roman anti-perang karangan Berta Von Suttner, Die Waffen Nieder (Letakkan Senjata). Semuanya berbahasa Belanda.
Oleh orangtuanya, Kartini disuruh menikah dengan bupati Rembang, K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat, yang sudah pernah memiliki tiga istri. Kartini menikah pada tanggal 12 November 1903. Suaminya mengerti keinginan Kartini dan Kartini diberi kebebasan dan didukung mendirikan sekolah wanita di sebelah timur pintu gerbang kompleks kantor kabupaten Rembang, atau di sebuah bangunan yang kini digunakan sebagai Gedung Pramuka.
Anak pertama dan sekaligus terakhirnya, R.M. Soesalit, lahir pada tanggal 13 September 1904. Beberapa hari kemudian, 17 September 1904, Kartini meninggal pada usia 25 tahun. Kartini dimakamkan di Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Rembang.
Berkat kegigihannya Kartini, kemudian didirikan Sekolah Wanita oleh Yayasan Kartini di Semarang pada 1912, dan kemudian di Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, Cirebon dan daerah lainnya. Nama sekolah tersebut adalah "Sekolah Kartini". Yayasan Kartini ini didirikan oleh keluarga Van Deventer, seorang tokoh Politik Etis.

Peringatan Hari Kartini
Presiden Soekarno mengeluarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No.108 Tahun 1964, tanggal 2 Mei 1964, yang menetapkan Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional sekaligus menetapkan hari lahir Kartini, tanggal 21 April, untuk diperingati setiap tahun sebagai hari besar yang kemudian dikenal sebagai Hari Kartini.

 





































 

























0 komentar:

Posting Komentar